Dari data McKinsey, pandemi telah mendefinisikan ulang makna belanja online bagi pelanggan. 40% pelanggan beralih ke brand yang memberikan consumer experience yang berkesan dan cara berinteraksi dengan produk dan brand yang mudah dan tersedia saat diperlukan.
Strategi ritel omnichannel berpusat pada pelanggan ditandai dengan berbagai poin-poin kontak di sepanjang customer journey di semua saluran komunikasi dan interaksi pelanggan. Solusi omnichannel melibatkan perlunya integrasi di berbagai titik interaksi antara brand dengan konsumen, termasuk diantaranya integrasi marketplace, integrasi multiplatform yang bisa menjadi saluran untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.
Sebuah sistem yang berperan sebagai solusi ecommerce dan integrasi marketplace memungkinkan bisnis atau brand untuk mempersonalisasi perjalanan pelanggan.
Bagaimana bisnis online memberikan personalisasi dan memenangkan trust dari konsumen dengan strategi omnichannel?
1. Dengan adanya Konteks dari riwayat pembelian pelanggan dari banyak channel penjualan memungkinkan brand melihat sebuah pola interaksi dan pembelian yang lebih valid.
2. Data terintegrasi dari seluruh marketplace, media sosial hingga CRM Anda bisa memberikan perspektif 360 derajat atas customer journey.
3. Apa yang diinginkan pelanggan Anda? Saluran mana yang mereka sukai? Dengan pendekatan brand dapat beradaptasi dengan kebutuhan dan perilaku konsumen. Tinjau kembali data pelanggan dan kalibrasi ulang prioritas di berbagai saluran secara berkala untuk menemukan saluran mana yang paling disukai dan kemungkinan besar akan digunakan oleh pelanggan Anda.
4. Dengan mengdentifikasi saluran mana dimana Anda mengalokasikan sumber daya (tenaga kerja, teknologi, dan pengeluaran iklan) yang paling efektif.
5. Dengan memanfaatkan strategi omnichannel untuk eksis di mana-mana bagi pelanggan Anda. Bantu mereka, amati perilaku mereka dalam mencari apa yang mereka butuh dan inginkan, lalu sesuaikan kembali campaign Anda yang sesuai dengan konsumen.
Back