Strategi Omnichannel Marketing Yang Efektif Bagi Brand
strategi omnichannel marketing yang efektif

Istilah Omnichannel marketing populer bukan dari sisi digital strategi sebuah bisnis. Tapi karena seperti itulah consumer behaviour saat ini.

Konsumen brand anda berinteraksi dan engaged dengan brand di mana-mana, di berbagai saluran dan media, dari satu device pindah ke yang lain, dan pada waktu yang mereka tentukan sendiri.

Data yang ada harus terus dipantau dan ditingkatkan dengan cepat , agar brand atau bisnis mampu untuk mengimbangi dan tetap relevan dengan trend dan perilaku konsumen mereka.

Saat ini, konsumen tidak hanya membandingkan kualitas produk saja. Dari consumer insights menunjukkan bahwa kini konsumen mengharapkan sebuah brand experience yang mulus, website dan mobile apps yang ramah pengguna, pelayanan brand yang konsisten, pilihan produk yang dipersonalisasi dan konsumen ingin menginginkan semua ini dengan cepat.

Strategi Omnichannel Marketing bisnis idealnya mampu menghubungkan semua aliran data user-journey konsumen, mengintegrasikan data pelanggan, informasi penjualan, distribusi pesanan, pengiriman barang, historis pembelian dan komplain, semuanya di satu tempat, seperti dalam sistem CRM.

Hal ini juga akan memungkinkan Anda untuk mengontrol dan mengidentifikasi dengan cepat bila terjadi masalah, hingga mengoptimalkan operasional bisnis dengan lebih baik.

Dalam sebuah strategi omnichannel, harus terjadi suatu integrasi. Bisnis mulai melihat pentingnya menerapkan integrasi marketplace, integrasi multiplatform, untuk kepentingan integrasi data. Jika memiliki dasbor yang tepat, bisnis akan bisa memantau setiap aktivitas pelanggan dengan brand dan memberikan apa yang mereka harapkan.

Dengan data historis pelanggan Anda melalui integrasi marketplace atau integrasi multiplatform, misalnya dalam membeli barang tertentu memungkinkan anda mengetahui insights demografis pelanggan setia brand anda, membuat preferensi, referensi produk dan kampanye yang paling relevan dan menarik bagi setiap konsumen Anda. 


Jangan lupa baca juga artikel lainnya tentang pentingnya bisnis go digital sebelum terlambat.

Back
Lihat Artikel Lainnya
Bagaimana Visualisasi Dan Analitik Data Membantu Brand Memahami Perilaku Konsumen
Bagaimana Visualisasi Dan Analitik Data Membantu Brand Memahami Perilaku Konsumen

Dengan 900 juta lebih pengguna internet aktif di tahun 2025, memasuki digital commerce bukan lagi sekedar pilihan bagi brand.


Kini tidak cukup bagi brand sekedar memiliki versi online toko fisik mereka, akan tetapi bisnis harus berinvestasi dalam strategi digital yang kuat, karena menentukan sustainability bisnis dimana perubahan perilaku konsumen terus terjadi. 


Perubahan dalam preferensi konsumen, perubahan motivasi konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian, dan loyalitas yang sangat mudah berubah,


Pandemi COVID-19 memaksa konsumen menjadi digital-first dimana Pelanggan berharap untuk bisa dilayani kapan saja, di mana saja, yang menyebabkan brand melakukan strategi hiper-personalisasi. Selain itu, gaya hidup konsumen yang digital-first dan kebutuhan untuk mendapatkan segala sesuatu yang dikirimkan ke rumah mereka telah menambah pertumbuhan bisnis pengiriman hyperlocal. 


54% konsumen beralih dari belanja, belajar hingga bekerja di lokasi fisik, menjadi anything online. 


Perubahan skala global telah mendisrupsi bisnis di seluruh bidang - mulai dari bahan baku makanan hingga pengiriman logistiknya, sistem pembayaran dan layanan keuangan hingga perawatan kesehatan.


Kunci untuk mengatasi perubahan ini adalah menggunakan data. Dengan kemajuan dalam visualisasi dan analitik data, brand kini bisa melakukan penelusuran setiap history interaksi pelanggan dengan brand dan melacak engagement mereka untuk memahami apa yang mereka cari. 


Penerapan Strategi Digital yang tepat akan menciptakan keunggulan bagi brand untuk mendapatkan wawasan / insights berharga mengenai engagement di setiap titik kontak pelanggan dengan brand, maupun untuk koreksi arah bila langkah yang diambil oleh bisnis kurang tepat. 



Bagaimana industri tertentu terpengaruh strategi bisnisnya dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi di masa depan?



23 Nov 2021

Solusi Omnichannel Integrasi Marketplace dan Multiplatform Untuk Integrasi Data
Solusi Omnichannel Integrasi Marketplace dan Multiplatform Untuk Integrasi Data

Dari data McKinsey, pandemi telah mendefinisikan ulang makna belanja online bagi pelanggan. 40% pelanggan beralih ke brand yang memberikan consumer experience yang berkesan dan cara agar konsumen bisa berinteraksi dengan produk atau brand dengan mudah dan selalu tersedia saat konsumen butuhkan. 


Strategi ritel omnichannel berpusat pada pelanggan ditandai dengan berbagai poin-poin kontak di sepanjang customer journey di berbagai saluran komunikasi dan interaksi pelanggan. Solusi omnichannel melibatkan perlunya integrasi di berbagai titik interaksi antara brand dengan konsumen, termasuk diantaranya integrasi marketplace, integrasi multiplatform yang bisa menjadi saluran untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.


Solusi omnichannel integrasi marketplace dan multiplatform untuk integrasi data memungkinkan bisnis atau brand untuk mempersonalisasi user journey. Bagaimana bisnis online memungkinkan personalisasi dan memenangkan trust dari konsumen dengan strategi omnichannel?


1. Dengan adanya konteks dari riwayat pembelian pelanggan dari banyak channel penjualan memungkinkan brand melihat sebuah pola interaksi dan pembelian yang lebih valid.


2. Data terintegrasi dari seluruh marketplace, media sosial hingga CRM Anda bisa memberikan perspektif 360 derajat atas customer journey.


3. Apa yang diinginkan pelanggan Anda? Saluran mana yang mereka sukai? Dengan pendekatan brand dapat beradaptasi dengan kebutuhan dan perilaku konsumen. Tinjau kembali data pelanggan dan kalibrasi ulang prioritas di berbagai saluran secara berkala untuk menemukan saluran mana yang paling disukai dan kemungkinan besar akan digunakan oleh pelanggan Anda. 


4. Dengan mengidentifikasi saluran mana yang akan digunakan, dimana Anda mengalokasikan sumber daya (tenaga kerja, teknologi, dan pengeluaran iklan) yang paling efektif. 


5. Dengan memanfaatkan strategi omnichannel untuk selalu eksis di mana-mana bagi pelanggan Anda. Bantu konsumen anda, amati perilaku mereka dalam mencari apa yang mereka butuh dan inginkan, lalu sesuaikan kembali campaign management Anda yang sesuai dengan konsumen. 




12 Nov 2021

Bagaimana Warehouse Management System Menjadi Kunci Untuk Ekspansi Bisnis Online
Bagaimana Warehouse Management System Menjadi Kunci Untuk Ekspansi Bisnis Online

Ekspansi bisnis di marketplace meskipun terdengar sebagai peluang untuk memperbesar market share, dalam hal ini perlu beberapa pertimbangan yang harus direncanakan dengan baik oleh sebuah brand.


Saat ini bisnis terus membangun kemampuan digital dan operasional internalnya, untuk menghilangkan tugas-tugas manual yang menghabiskan banyak waktu, dengan goals utama bisnis sekarang adalah memberikan customer experience yang luar biasa. Implementasi sistem dan teknologi memberikan kekuatan bagi bisnis untuk otomatisasi  tugas rutin dengan lebih efisien.


Mempertahankan operasional yang sistemnya terpisah-pisah dan mengolah data secara manual untuk tujuan analitik / reporting menghabiskan banyak waktu dan menuntut banyak SDM. Selain itu, tidak adanya otomatisasi mempersulit pelacakan perubahan jumlah stok produk di gudang. Barang sering salah penanganan atau hilang karena berbagai human error.
Lalu bagaimanakah warehouse management system dapat menjadi kunci untuk ekspansi dalam bisnis online?


Manfaat dari menggunakan sistem manajemen gudang (atau Warehouse Management System) yang melakukan update secara real time, adalah ketersediaan informasi terupdate, kapanpun dibutuhkan. Hal ini akan meningkatkan value bisnis tersebut. Dan benefit utama dari sistem yang terintegrasi adalah semua proses akan menghemat banyak waktu, dengan hilangnya proses-proses manual.


Dengan sistem manajemen gudang yang terintegrasi ke banyak channel, bisnis dapat dengan mudah mengelola hingga ribuan SKU. Pemrosesan pesanan bisa dilakukan dengan kecepatan ekstrem, karena membutuhkan sangat sedikit orang di gudang karena pemotongan besar dalam tugas-tugas manual.


Tenaga kerja admin yang dulu di pertahankan untuk menerima pesanan secara manual sekarang dialokasikan untuk perencanaan ekspansi bisnis dan area pengembangan utama lainnya. Dengan bantuan sistem integrasi marketplace dan manajemen gudang membuat sangat mudah bagi bisnis untuk scale-up usahanya.


12 Nov 2021

Bagaimana Brand Melakukan Personalisasi Dan Memenangkan Trust Konsumen Dengan Strategi Omnichannel
Bagaimana Brand Melakukan Personalisasi Dan Memenangkan Trust Konsumen Dengan Strategi Omnichannel

Dari data McKinsey, pandemi telah mendefinisikan ulang makna belanja online bagi pelanggan.  40% pelanggan beralih ke brand yang memberikan consumer experience yang berkesan dan cara berinteraksi dengan produk dan brand yang mudah dan tersedia saat diperlukan. 


Strategi ritel omnichannel berpusat pada pelanggan ditandai dengan berbagai poin-poin kontak di sepanjang customer journey di semua saluran komunikasi dan interaksi pelanggan.  Solusi omnichannel melibatkan perlunya integrasi di berbagai titik interaksi antara brand dengan konsumen, termasuk diantaranya integrasi marketplace, integrasi multiplatform yang bisa menjadi saluran untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.


Sebuah sistem yang berperan sebagai solusi ecommerce dan integrasi marketplace memungkinkan bisnis atau brand untuk mempersonalisasi perjalanan pelanggan.


Bagaimana bisnis online memberikan personalisasi dan memenangkan trust dari konsumen dengan strategi omnichannel?

1. Dengan adanya Konteks dari riwayat pembelian pelanggan dari banyak channel penjualan memungkinkan brand melihat sebuah pola interaksi dan pembelian yang lebih valid.

2. Data terintegrasi dari seluruh marketplace, media sosial hingga CRM Anda bisa memberikan perspektif 360 derajat atas customer journey.

3. Apa yang diinginkan pelanggan Anda? Saluran mana yang mereka sukai? Dengan pendekatan brand dapat beradaptasi dengan kebutuhan dan perilaku konsumen. Tinjau kembali data pelanggan dan kalibrasi ulang prioritas di berbagai saluran secara berkala untuk menemukan saluran mana yang paling disukai dan kemungkinan besar akan digunakan oleh pelanggan Anda.

4. Dengan mengdentifikasi saluran mana dimana Anda mengalokasikan sumber daya (tenaga kerja, teknologi, dan pengeluaran iklan) yang paling efektif.

5. Dengan memanfaatkan strategi omnichannel untuk eksis di mana-mana bagi pelanggan Anda. Bantu mereka, amati perilaku mereka dalam mencari apa yang mereka butuh dan inginkan, lalu sesuaikan kembali campaign Anda yang sesuai dengan konsumen.

03 Nov 2021

Peranan Teknologi dan Integrasi Marketplace Melalui Ecommerce Enabler Bagi Brand Dan Bisnis
Peranan Teknologi dan Integrasi Marketplace Melalui Ecommerce Enabler Bagi Brand Dan Bisnis

Saat ini, bisnis dari berbagai industri berlomba menyediakan layanan digital dari hulu ke hilir, yang tujuannya meningkatkan visibilitas brand mereka, memperluas kategori produk, hingga menjangkau konsumen lebih banyak. 


Tidak sedikit enterprise berskala nasional (atau disebut Brand Principal) baru masuk jalur distribusi online lewat integrasi marketplace dengan strategi D2C dalam agendanya sejak pandemi global di awal 2020 dengan bantuan ecommerce enabler.


Dan tak sedikit dari mereka yang kalah populer dibandingkan dengan pedagang-pedagang kecil lokal yang menjual produk-produk dari brand besar tadi dengan harga retail yang tinggi. 


Pedagang-pedagang retail skala kecil ini memiliki keunggulan atas Brand Principal, yaitu:

1.  Mereka masuk ke marketplace lebih awal (jauh lebih awal dari brand principalnya)

2.  Secara lokasi dan interaksi, mereka berada lebih dekat ke konsumen / pengguna langsung.

3.  Data pembeli dan data aktivitas transaksi ada pada mereka.


Salah satu pertimbangan lain Brand Principal memilih Strategi Integrasi Marketplace adalah :

-  Mereka sering tidak terupdate berapa jumlah transaksi aktual dari setiap pedagang retail, sehingga dapat menghambat Brand untuk dapat melakukan mapping penyediaan dan distribusi stok hingga proyeksi tren penjualan untuk setiap area dimana pedagang retail berada


Dalam hal ini, peranan teknologi melalui ecommerce enabler memegang peranan yang sangat strategis bagi banyak bisnis saat ini, terutama yang berencana mengoptimasi strategi omnichannel mereka dalam manajemen marketplace dan manajemen gudang mereka


Dengan teknologi, Brand Principal dimungkinkan untuk terhubung dengan semua pedagang retailnya dimanapun mereka berada, sehingga mereka memiliki peluang untuk memberikan pedagang retail tersebut harga yang lebih bagus, memastikan ketersediaan produk dan pendistribusian yang lebih merata dan kemudahan pemesanan produk saat hampir habis.


Dan dengan teknologi, para pedagang retail tersebut tak hanya terhubung dengan Brand Principal, namun bisa juga memanfaatkan analitik penjualan dengan adanya integrasi marketplace untuk membantu melakukan agregasi stok barang, integrasi transaksi penjualan, proyeksi penjualan dan pemesanan produk ke Brand Principal.


Baca juga artikel Strategi Omnichannel Marketing Yang Efektif  dan manajemen manajemen untuk mengoptimalkan operasional bisnis dengan lebih baik.

28 Oct 2021

Bagaimana Teknologi Menjadikan Para Petani Sebagai Kolam Pasar B2B
Bagaimana Teknologi Menjadikan Para Petani Sebagai Kolam Pasar B2B

Bagaimana teknologi menjangkau para petani, bisa menjadi bagian dari rantai value chains perdagangan dan turut merasakan dampak positifnya?

Dengan permasalahan yang terjadi pada umumnya adalah hasil dan kegiatan bercocok tanam para petani ini tidak tercatat dan ter-update dalam bentuk data.

Salah satu kesulitan atau kekurangan ini adalah margin of error dari kemampuan forecasting yang sangat rendah.

Tanpa adanya data, sulit bagi para petani tersebut mendapatkan akses ke perbankan dan bantuan kredit usaha mikro.


Tidak hanya kebanyakan dari mereka tidak memiliki rekening bank, semua hasil kerja bertani mereka tidak memiliki pencatatan yang bisa dijadikan jaminan atau agunan oleh pihak Bank

Beragam inisiatif dari berbagai startup agritechnology untuk membantu perkembangan para petani Indonesia agar lebih sejahtera lahir dari kebutuhan untuk bisa secara lokal memiliki food-sustainability.

Berbagai platform teknologi ini menjadikan para petani sebagai sebuah kolam B2B yang didukung oleh teknologi, dan menawarkan value propositions yang dapat memberikan efisiensi dan transparansi bagi bisnis lain maupun lembaga keuangan seperti Bank.


Bagaimana teknologi mensejahterakan kehidupan para petani dan menjadikan mereka bagian dari value-chain perdagangan?

Faktor teknologi seperti blockchain membuat ekosistem B2B ini menjadi lebih efisien dan transparan.

Dengan tujuan yang tepat, yaitu mensejahterakan kehidupan petani dan memasukkan mereka ke dalam value-chain perdagangan, dan dengan implementasi yang baik, teknologi akan mampu mengubah sebuah bangsa dan sebuah generasi.


Baca juga bagaimana disrupsi dan pergeseran tren digitalisasi logistik di Indonesia.

27 Oct 2021